Temukan Perawatan Luka Terbuka Yang Baik Disini

Posted on

Siapa yang belum pernah mengalami luka? Tentu semua orang bisa dipastikan pernah mengalami luka. Apapun jenis penyebab dari luka tersebut, seperti tersandung batu, jatuh dari sepeda, maupun teriris pisau, tetap anda mengalami luka. Apabila suatu hari Anda, maupun keluarga anda mengalami luka, maka simak tips perawatan luka berikut ini.

Cara mengeringkan luka
Cara mengobati luka

Terjadinya luka pasti menimbulkan rasa sakit. Tetapi seberapa nyeri rasa sakit itu tentu dapat berbeda-beda, tergantung jenis, dimana lokasi, serta keparahan cedera. Sedikitnya terdapat lima macam luka terbuka yang wajib anda kenali berdasarkan penyebabnya.

  1. Avulsion
  2. Avulsion merupakan suatu kondisi dimana robeknya sebagian maupun seluruh kulit serta jaringan. Avulsion umumny terjadi karena ledakan, tembakan, perkelahian berat maupun kecelakaan berat. Darah yang keluar karena luka avulsion biasanya keluar cepat serta banyak.

  3. Tusukan
  4. Tusukan merupakan suatu kondisi dimana adanya lubang kecil yang disebabkan karena benda tajam serta panjang. Luka ini biasa terjadi karena terkena benda seperti jarum, pemecah es, maupun paku. Walaupun kemungkinan tidak akan menyebabkan darah keluar banyak, tetapi luka jenis ini dapat membuat cukup untuk menembus badan sampai merusak organ internal. Jika Anda mengalami luka tusuk sekecil apa pun, maka direkomendasikan untuk pergi ke dokter untuk memperoleh vaksinasi tetanus dengan tujuan untuk mencegah infeksi.

  5. Baret atau laserasi (laceration)
  6. Baret adalah salah satu dari jenis luka dalam, dengan bentuknya yang tidak teratur maupun kulit robek dengan perdarahan yang yang juga cepat serta luas. Luka ini dapat disebabkan karena pisau, mesin-mesin maupun berbagai macam peralatan.

  7. Sayatan (incision)
  8. Sayatan biasanya terjadi karena adanya peran dari benda tajam seperti silet, kaca, pecahan pisau atau bahkan kertas. Luka sayatan ini bisa menimbulkan darah yang banyak serta cepat. Jika terjadi terlalu dalam, maka luka sayatan bisa merusak ligamen, tendon, dan otot.

  9. Abrasi
  10. Abrasi biasa terjadi saat kulit bergesekan maupun menggores permukaan kasar maupun permukaan yang keras, seperti jalan beraspal. Walaupun tidak menimbulkan banyak perdarahan, luka abrasi ini wajib untuk dibersihkan supaya terhindar dari infeksi.

Luka serta lecet ringan pada umunya tidak memerlukan pertolongan dari dokter maupun harus dibawa ke rumah sakit. Untuk mengatasinya, hanya cukup dengan beberapa langkah perawatan sederhana saja, kulit akan pulih seperti sedia kala. Yang perlu untuk anda perhatikan adalah mencuci tangan terlebih dahulu sebelum anda melakukan perawatan luka ini dengan tujuan untuk menghindari infeksi. Simak perawatan sederhana yang bisa anda praktekan untuk luka anda :

  • Biasanya perdarahan yang terjadi karena goresan maupun luka ringan biasanya akan terhenti dengan sendirinya. Apabila tidak berhenti pendarahannya, maka yang harus anda lakukan adalah beri tekanan dengan lembut pada luka menggunakan kain steril maupun kain bersih. Posisikan luka mengarah keatas.
  • Bersihkan luka menggunakan air bersih.
  • Apabila masih terdapat kotoran maupun benda tertancap pada luka setelah dibersihkan, maka gunakan pinset steril untuk mencabutnya. Apabila masih terdapat yang tertancap, maka segera datangi dokter untuk mendapatkan pembersihan menyeluruh dengan tujuan untuk mengurangi risiko infeksi serta tetanus.
  • Tidak perlu anda menggunakan cairan obat merah, hidrogen peroksida, maupun pembersih yang mengandung iodine yang bisa membuat iritasi jaringan yang telah terluka.
  • Anda bisa mengoleskan krim maupun salep antibiotik dengan tipis-tipis untuk membantu anda menjaga kelembaban permukaan kulit. Produk ini memang tidak membuat luka cepat sembuh, tetapi setidaknya dapat mencegah infeksi serta membantu proses pemulihan secara alami. Namun, apabila ruam muncul kembali maka segera hentikan penggunan salep tersebut.
  • Anda bisa memperban luka untuk membantu menjaga luka supaya tetap bersih serta terhindar dari bakteri. Apabila luka maupun goresannya kecil, anda tidak perlu memperbannya.
  • Ganti perban sedikitnya sekali sehari, minimal setiap perban dalam keadaan basah maupun kotor.
  • Apabila luka cukup dalam, dalam keadaan menganga, serta nampak lemak maupun otot, maka segera bawa dokter maupun ke rumah sakit untuk dijahit.
  • Segera pergi ke dokter apabila luka tidak kunjung pulih atau apabila luka menjadi kemerahan, ada cairan yang keluar, terasa sakit, maupun memar.
  • Jika luka cukup dalam maupun kotor, maka suntikan tetanus diperlukan dalam perawatan luka. Demikian artikel mengenai luka, semoga bermanfaat untuk anda.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *