Kandungan Obat Herbal Yang Bisa Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anda

Posted on

Pada beberapa penelitian mengatakan bahwa ada beberapa produk herbal yang mempunyai kandungan tertentu yang bisa bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Untuk itu, mari kita cari tahu kandungan apa saja yang umum terdapat pada obat herbal yang sanggup meningkatkan daya tahan tubuh Anda.

kandungan obat suplemen herbal
kandungan suplemen herbal

Pertama tama yang perlu untuk anda ketahui adalah obat herbal pada umumnya terdiri dari beberapa kandungan yang tidak jauh berbeda dengan yang terdapat pada herbal umumnya, seperti sayur, buah, maupun rempah yang biasanya bisa anda pergunakan sebagai bumbu penyedap makanan, bahan masakan, maupun minuman. Produk herbal yang biasanya ada di pasaran biasanya berbentuk cairan, kapsul, pil, maupun tablet, serta berperan sebagai bahan tambahan di setiap menu diet makanan Anda, dan suplemen herbal ini bukan sebagai pengganti makanan anda.

Pertanyaan selanjutnya adalah apa kandungan dari suplemen herbal tersebut? Nah, berikut ini adalah beberapa kandungan herbal yang telah terbukti mempunyai manfaat bagi kesehatan dan didasarkan pada banyaknya penelitian yang dilakukan pada bahan herbal ini, diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Buah sitrus
  2. Jeruk bali (Citrus Maxima Fructus) merupakan salah satu contoh dari sekian banyak buah sitrus. Buah sitrus memiliki kandungan vitamin C yang bisa membuat produksi sel darah putih anda menjadi meningkat sehingga sanggup dalam melawan infeksi yang ada dalam tubuh. Anda membutuhkan asupan vitamin C secara rutin setiap hari untuk menjaga daya tahan tubuh anda.

  3. Bawang putih
  4. Bawang putih selain memiliki kemampuan dalam melawan infeksi, ternyata dengan mengkonsumsi bawang putih atau yang dikenal dengan Alium Sativum Bulbus juga dapat membantu dalam menurunkan tekanan darah serta menghambat pengerasan pada pembuluh darah. Penelitian yang pernah dilakukan pada bawang putih menunjukkan jika ekstrak pada bawang putih bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh serta membantu meringankan gejala flu.

  5. Bayam
  6. Siapa yang tidak kenal dengan bayam? Bayam selain kaya dengan vitamin C, pada bayam atau yang dikenal dengan Amaranthus Tricolor Folium juga mempunyai kandungan antioksidan serta beta-karoten yang membuat sistem kekebalan tubuh menjadi semakin kuat dalam memerangi infeksi. Jika anda ingin mendapatkan manfaat bayam dengan maksimal, maka anda malah disarankan untuk tidak berulang ulang atau terlalu lama dalam memasaknya. Mengapa demikian? Karena untuk menjaga supaya kandungan nutrisi pada bayam tetap terjaga.

  7. Pepaya
  8. Buah pepaya atau yang dikenal dengan Carica Papaya Fructus mempunyai persentase dalam hal asupan vitamin C harian yang disarankan sebesar 224 persen. Dengan besarnya kandungan vitamin C pada papaya, menjadikan papaya sebagai salah satu yang memiliki kandungan vitamin C terbanyak. Selain mengandung vitamin C, pada buah papaya juga mempunyai pengaruh antiperadangan serta zat lain yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti vitamin B, folat, dan kalium.

  9. Kiwi
  10. Kiwi atau yang dikenal denganActinidia deliciosa fructus merupakan tanaman yang kaya akan vitamin C. Selain kaya dengan vitamin C, kiwi juga mempunyai kandungan kalium, folat, serta vitamin K. Nutrisi lain yang terkandung dalam buah kiwi turut membantu tubuh dalam melawan infeksi dan juga membantu dalam menjaga tubuh supaya tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa dengan mengkonsumsi satu buah kiwi disetiap minggunya serta rutin berolahraga dan menjaga pola hidup sehat maka bisa meningkatkan kadar lemak baik (HDL).

Tidak hanya bermanfaat untuk kekebalan tubuh, tanaman-tanaman diatas juga dipercaya sanggup dalam mengurangi risiko gangguan kesehatan. Tanaman lain seperti kemangi serta kayu manis merupakan sebagian dari contoh tanaman yang mempunyai manfaat yang hamper serupa. Kemangi dipercaya dapat membantu menurunkan produksi kortisol yang mana kortiosl ini dapat memicu stres, sedangkan kayu manis juga terbukti dalam mengurangi risiko terserang diabetes, penyakit jantung, serta penurunan fungsi sistem saraf.

Perlukah Mengonsumsi Obat Herbal?

Sama dengan obat yang Anda peroleh dari dokter. Suplemen atau obat herbal juga berpotensi dalam menyebabkan pengaruh negative walaupun jarang terjadi. Sebagai contoh seperti reaksi alergi, yang disebabkan karena adanya interaksi dengan obat lain baik diresepkan maupun tidak diresepkan.

Obat herbal atau suplemen mempunyai kandungan kimia aktif yang bisa berpotensi berinteraksi dengan obat lain. Jika ini terjadi maka bisa memengaruhi kinerja obat, metabolisme obat di dalam tubuh serta risiko efek samping.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa para ahli memberikan rekomendasi terbaik dalam untuk tetap bijak dalam penggunaan obat herbal. Anda sebaiknya untuk lebih aktif dalam mencari informasi mengenai obat herbal sebelum Anda mengonsumsinya atau membelinya. Anda juga bisa mendiskusikan bersama dokter Anda mengenai tingkat kebutuhan serta dosis yang tepat dengan kondisi Anda. Dokter mungkin saja akan memberikan saran atau anjuran obat herbal maupun suplemen herbal apabila dirasa Anda tidak memperoleh nutrisi yang cukup dari makanan maupun pengobatan yang sedang dilakukan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *